Hyperloop, akankah terealisasi ?

<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(0, 0, 0); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="-webkit-font-kerning: none;"><font face="Verdana">Sebagaimana yang terjadi di belahan bumi manapun, awal munculnya produk alternatif selalu berasal dari mereka yang jeli melihat masalah yang ada di seputarnya. Elon Musk secara rutin hilir mudik dari kantor Tesla ke kantor SpaceX secara bergantian. Bila menggunakan mobil, jarak tersebut bisa ditempuh 4 - 5 jam. Bila menggunakan pesawat jarak tersebut bisa ditempuh 1,5 jam… itupun belum memperhitungkan jarak tempuh dari kantor ke bandara dan waktu tunggu di bandara. Bagi pebisnis semacam Elon Musk, perjalanan hilir mudik tersebut tentunya sangat menyita waktu.</font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(0, 0, 0); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Dari sinilah Elon Musk membayangkan alangkah enaknya jika ada alat transportasi alternatif yang memiliki kecepatan super. Waktu tunggu di stasiunnya tidaklah lama sebagaimana di bandara serta lokasi stasiun bisa dibuat dekat dengan kantor. Elon Musk menamainya sebagai <i>hyperloop</i>. Belum diketahui secara pasti apakah saat Elon Musk menyebut alat transportasi alternatif ini, apakah dalam benaknya mengacu pada ide lama yang belum terwujud ataukah memang merupakan pemikiran spontan Elon Musk sendiri. </font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(0, 0, 0); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Sebetulnya Elon Musk bukanlah pencetus pertama atas ide tersebut. Di abad 18 sudah muncul ide dengan menggunakan istilah jalur kereta yang atmosferik (perjalanan kereta api layaknya melintasi atmosfer). Di abad 19 muncul istilah <i>an express of the future</i> sebagai penamaan dari sistem transportasi kereta tabung. Dan di tahun 1900-an muncul istilah <i>vactrain</i> (kereta tabung vakum). Bisa dikatakan <i>hyperloop</i> adalah penamaan baru dari ide lama yang belum terwujud. </font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(0, 0, 0); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Mewujudkan sebuah ide menjadi produk yang bisa digunakan konsumen memang butuh rentang waktu yang panjang. Dan rentang waktu yang dibutuhkan antara satu produk dengan produk lain sangatlah relatif, tergantung kerumitan dari proses pembuatan produk dan besaran biaya investasinya. </font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(0, 0, 0); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Walaupun konsep <i>hyperloop</i> bisa disederhanakan yakni kereta cepat dengan tehnologi maglev (sebagaimana yang ada di kereta super cepat di Jepang, Cina, Perancis, dan negara-negara lainnya) yang berjalan di tabung vakum. Namun demikian bisa dipastikan bahwa <i>hyperloop</i> memiliki kerumitan yang luar biasa hingga banyak kalangan masih meragukan apakah konsep ini nantinya bisa dikomersialisasikan ataukah tidak. Di tengah banyak kalangan yang skeptis, ada 2 investor futuris kenamaan yang berusaha secara serius untuk mewujudkan hal ini yakni Richard Branson dan Elon Musk.  </font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(0, 0, 0); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Richard Branson beserta tim memiliki proyek yang disebut <i>Virgin Hyperloop One</i>. Mereka terus melakukan berbagai uji coba prototipe <i>Virgin Hyperloop One</i> di gurun Nevada Amerika dengan sasaran kecepatan keretanya adalah 1040-an kilometer per jam. Dengan optimisme yang tinggi, mereka merencakanan uji coba secara komplit di tahun 2021. Dan bila hal ini berjalan dengan baik maka sangat dimungkinkan akan berlanjut ke langkah komersialisasi. </font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(0, 0, 0); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Elon Musk sendiri non kabarnya telah mendapatkan izin untuk membangun terowongan bawah tanah <i>hyperloop</i> antara kota LA dan Washington dengan 1000 stasiun kecilnya. Bahkan secara fisik sebagian terowongan <i>hyperloop</i> sudah menampakkan wujudnya. Namun sayangnya belum ada info pasti kapan uji coba sepenuhnya proyek <i>hyperloop</i> Elon Musk ini akan dilakukan. Akankan muncul investor futuris lainnya selain mereka berdua ? Belum terlalu jelas. Kita  tunggu saja. </font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(0, 0, 0); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="font-kerning: none"><font face="Verdana">Siapakah diantara mereka berdua yang nantinya akan sepenuhnya berhasil  merealisakikan transportasi <i>hyperloop</i> ? Ataukah akan muncul lagi investor futuris lainnya yang lebih gila dibanding mereka berdua ? Dan negara manakah yang pertama kali akan mengimplementasikan transportasi <i>hyperloop</i> tersebut ? Apakah Indonesia akan masuk dalam salah satu daftar sebagai negara yang nantinya memakai <i>hyperloop</i> ? Masih belum terlalu jelas apa yang akan terjadi. </font></span></p>
<p style="margin: 0px 0px 10px; text-align: justify; font-stretch: normal; line-height: normal; -webkit-text-stroke-width: initial; -webkit-text-stroke-color: rgb(0, 0, 0); background-color: rgb(255, 255, 255);"><span style="-webkit-font-kerning: none;"><font face="Verdana">Memang ada banyak wacana namun kepastian dan kejelasan atas wacana ini masih butuh waktu yang panjang. Hanya satu hal yang cukup jelas: 2 investor futuris (Elon Musk dan Richard Branson) diatas adalah petarung bisnis yang amat sangat tangguh. Oleh karenanya, <i>hyperloop</i> suatu saat akan menjadi kenyataan. Dan bila ini terjadi maka tentunya akan merevolusi bisnis transporatsi.</font></span></p>

Sebagaimana yang terjadi di belahan bumi manapun, awal munculnya produk alternatif selalu berasal dari mereka yang jeli melihat masalah yang ada di seputarnya. Elon Musk secara rutin hilir mudik dari kantor Tesla ke kantor SpaceX secara bergantian. Bila menggunakan mobil, jarak tersebut bisa ditempuh 4 - 5 jam. Bila menggunakan pesawat jarak tersebut bisa ditempuh 1,5 jam… itupun belum memperhitungkan jarak tempuh dari kantor ke bandara dan waktu tunggu di bandara. Bagi pebisnis semacam Elon Musk, perjalanan hilir mudik tersebut tentunya sangat menyita waktu.

Dari sinilah Elon Musk membayangkan alangkah enaknya jika ada alat transportasi alternatif yang memiliki kecepatan super. Waktu tunggu di stasiunnya tidaklah lama sebagaimana di bandara serta lokasi stasiun bisa dibuat dekat dengan kantor. Elon Musk menamainya sebagai hyperloop. Belum diketahui secara pasti apakah saat Elon Musk menyebut alat transportasi alternatif ini, apakah dalam benaknya mengacu pada ide lama yang belum terwujud ataukah memang merupakan pemikiran spontan Elon Musk sendiri. 

Sebetulnya Elon Musk bukanlah pencetus pertama atas ide tersebut. Di abad 18 sudah muncul ide dengan menggunakan istilah jalur kereta yang atmosferik (perjalanan kereta api layaknya melintasi atmosfer). Di abad 19 muncul istilah an express of the future sebagai penamaan dari sistem transportasi kereta tabung. Dan di tahun 1900-an muncul istilah vactrain (kereta tabung vakum). Bisa dikatakan hyperloop adalah penamaan baru dari ide lama yang belum terwujud. 

Mewujudkan sebuah ide menjadi produk yang bisa digunakan konsumen memang butuh rentang waktu yang panjang. Dan rentang waktu yang dibutuhkan antara satu produk dengan produk lain sangatlah relatif, tergantung kerumitan dari proses pembuatan produk dan besaran biaya investasinya. 

Walaupun konsep hyperloop bisa disederhanakan yakni kereta cepat dengan tehnologi maglev (sebagaimana yang ada di kereta super cepat di Jepang, Cina, Perancis, dan negara-negara lainnya) yang berjalan di tabung vakum. Namun demikian bisa dipastikan bahwa hyperloop memiliki kerumitan yang luar biasa hingga banyak kalangan masih meragukan apakah konsep ini nantinya bisa dikomersialisasikan ataukah tidak. Di tengah banyak kalangan yang skeptis, ada 2 investor futuris kenamaan yang berusaha secara serius untuk mewujudkan hal ini yakni Richard Branson dan Elon Musk.  


Richard Branson beserta tim memiliki proyek yang disebut Virgin Hyperloop One. Mereka terus melakukan berbagai uji coba prototipe Virgin Hyperloop One di gurun Nevada Amerika dengan sasaran kecepatan keretanya adalah 1040-an kilometer per jam. Dengan optimisme yang tinggi, mereka merencakanan uji coba secara komplit di tahun 2021. Dan bila hal ini berjalan dengan baik maka sangat dimungkinkan akan berlanjut ke langkah komersialisasi. 

Elon Musk sendiri non kabarnya telah mendapatkan izin untuk membangun terowongan bawah tanah hyperloop antara kota LA dan Washington dengan 1000 stasiun kecilnya. Bahkan secara fisik sebagian terowongan hyperloop sudah menampakkan wujudnya. Namun sayangnya belum ada info pasti kapan uji coba sepenuhnya proyek hyperloop Elon Musk ini akan dilakukan. Akankan muncul investor futuris lainnya selain mereka berdua ? Belum terlalu jelas. Kita  tunggu saja. 

Siapakah diantara mereka berdua yang nantinya akan sepenuhnya berhasil  merealisakikan transportasi hyperloop ? Ataukah akan muncul lagi investor futuris lainnya yang lebih gila dibanding mereka berdua ? Dan negara manakah yang pertama kali akan mengimplementasikan transportasi hyperloop tersebut ? Apakah Indonesia akan masuk dalam salah satu daftar sebagai negara yang nantinya memakai hyperloop ? Masih belum terlalu jelas apa yang akan terjadi. 

Memang ada banyak wacana namun kepastian dan kejelasan atas wacana ini masih butuh waktu yang panjang. Hanya satu hal yang cukup jelas: 2 investor futuris (Elon Musk dan Richard Branson) diatas adalah petarung bisnis yang amat sangat tangguh. Oleh karenanya, hyperloop suatu saat akan menjadi kenyataan. Dan bila ini terjadi maka tentunya akan merevolusi bisnis transporatsi.



Ulasan Pembaca



Silahkan LOGIN dan berikan ulasan atau diskusi yang positif.