Apa itu KINSPI ?

Untuk membangkitkan kesadaran dan motivasi diri dalam menghadapi dinamika kehidupan -baik dalam area profesional ataupun personal, seseorang tidak bisa hanya bertumpukan pada pengetahuan dan pengalaman pribadi saja. Seringkali dengan hanya berlandaskan pada pengetahuan dan pengalaman pribadi saja, sejumlah tantangan kehidupan tidak bisa berhasil dijawab dengan baik. Hanya dengan berlandaskan pada pengetahuan dan pengalaman pribadi saja akan membuat seseorang -di titik tertentu, akan menjadi kebingungan karena ternyata pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki tidak cukup jitu memecahkan persoalan yang ada di seputarnya. 

Mereka yang terlalu meng-agungkan pengetahuan dan pengalaman pribadi saja bisa di ibaratkan seperti katak dibawah tempurung: wawasan menjadi terbatas, merasa cukup dengan apa yang ada di dirinya walaupun apa yang ada di dirinya ternyata tidak bisa memecahkan sejumlah persoalan, merasa benar sendiri, kagetan, lambat ber inisiatif, kurang fleksibel, dan lain sebagainya. Bila konteksnya dalam hidup ini tidaklah untuk berkompetisi maka hal tersebut boleh-boleh saja. Namun hidup pada esensinya adalah berkompetisi -apapun tujuan hidup yang telah dicanangkan oleh seseorang. Bila ada seseorang yang hanya mengandalkan pada pengetahuan dan pengalaman sendiri maka di saat bersamaan ada orang lain tidak sekedar bersandar pada pengetahuan dan pengalaman diri namun juga mencari pengetahuan dan pengalaman orang lain yang efektif dan sukses untuk mempertajam dirinya. Sadar ataukah tidak, mereka berdua sebetulnya berada dalam arena kompetisi. Siapa diantara mereka yang efektif dalam menjawab berbagai persoalan kehidupan? Tentunya orang kedua bukan?

Pengetahuan dan pengalaman diri adalah sebuah kisah. Apabila kisah pribadi tidaklah cukup membuat diri kita ter-inspirasi maka saatnya kita segera mencari mencari kisah orang lain untuk memantik dan menyalakan api inspirasi didalam diri kita agar kembali berkobar. Kisah inspiratif adalah kisah yang membangkitkan inspirasi seseorang sekaligus me-motivasi seseorang untuk menjadi semakin efektif dari hari ke hari. 

Siapa yang disebut orang lain? Pertanyaan aneh namun perlu dimunculkan dan diklarifikasi. Orang lain tentunya adalah bukan diri kita. Kalau diri kita sendiri berbagi kisah diri yang inspiratif supaya yang lainnya terinspirasi maka "kita" adalah "orang lain" bagi yang lainnya. Kenapa kita mau berbagi kisah kita sendiri? Karena kita ingin menginspirasi yang lainnya bukan?. 

Apakah sumber inspirasi selalu tentang diri kita? Tentunya tidak !. Kisah inspiratif sangat dimungkinkan bukanlah kisah kita namun murni kisah "orang lain" yang telah kita ketahui/pahami dan kisah tersebut telah menginspirasi kita dan karenanya patut untuk di bagikan ke yang lainnya agar ikut terinspirasi. 

Jadi, siapa orang lain? Lihatlah konteksnya dengan bijak.

Mari berbagi kisah inspiratif, terlepas dari sumber manapun kisah tersebut berasal. Mari saling menginspirasi demi kemajuan diri dan memajukan sesama.